Kejar Daku Sampai Tangkahan

Alhamdulillah banget nih, moment lebaran taun 2016 kemaren, dapet kesempatan dari kantor buat pulang kampung ke Medan. Uhuy. Udah mudik dapet THR lagi. Uhuy..uhuy. Trus tiket pesawatnya dibeliin lagi. Uhuy..uhuy..uhuy. Waktu itu saya dapet kesempatan mudik H-4 lebaran. Pulang kampung kali ini saya bertekad untuk membuat suatu perubahan. kudu ada yang beda tahun ini. Yah, biasanya dirumah doang duduk duduk nunggu beduk, eh besoknya lebaran. Sekarang harus lebih beda. Sebelum lebaran datang, saya harus liburan. Liburan pokoknya liburan. Karena saat moment lebaran, liburan ga bakal berasa. Karena tempat wisata pasti ramai sejadi-jadinya. Gausah pake flashback deh yak. Tar kaya sinetron Indonesia.

Oke, Tujuan saya adalah Tangkahan. Why Tangkahan why? Berawal dari liat-liat instagramnya bang Nicholas Saputra yang pernah ngepost lagi ada di Tangkahan. Saya dan seorang mantan sangat penasaran dan ingin sekali kesana. Tapi apalah daya, sebelum keinginan ini tercapai. Kita sudah keburu berpisah. Eaaa. Tapi ya gapapa, rasa penasaran terhadap Tangkahan tetap berkobar didalam jiwa.

Awalnya saya coba buat ajak teman-teman kampung saya. Ga ada yang mau. Tar lagi lebaran kata mereka. Saya ajak temen SD dulu, sepik-sepik reunian juga sama. Ga ada yang mau. Tar lagi lebaran. Ah, yasudahlah. Berbekal prinsip dari abang Candil Seurieus bahwa “Sendiri Itu Indah”. Saya jalan sendirian ke Tangkahan. H-2 sebelum lebaran. Saat orang lagi sibuk-sibuknya bikin ketupat. Maap mak, kan udah ada adek-adek yang bantu di rumah.

Saya berangkat naik motor. Karena lumayan sulit mencari kendaraan umum kesana. Belum ada Trayeknya. Biasanya orang-orang luar kota lebih memilih carter mobil untuk diantarkan kesana. Harganya lumayan, berkisar 600 ribu untuk pulang pergi Medan – Tangkahan. Tapi harga bisa saja berubah loh ya, tergantung toko sebelah buka harga berapa. Hahaha. Berdasarkan informasi dari google maps. Untuk mencapai kesana, kita membutuhkan waktu 3 jam. Namun dikarenakan jalanan yg masih dalam proses perbaikan. Ditambah lagi motor keluaran tahun 2007 yang sudah uzur. Alhasil butuh waktu 4 ½ jam untuk mencapai kawasan ini.

13557014_1736808446576427_587983674_n-1

13525488_244464155940762_2049332042_n

Tangkahan adalah sebuah kawasan di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang. Tangkahan merupakan titik temu antara 2 sungai, yaitu Sungai Buluh dan Sungai Batang Serangan. Daerah ini juga memiliki vegetasi hutan hujan tropis yang masih asri banget. Plus ada konservasi Gajah disini. Beuhh, ciamik. Syekalii.

13597632_1157236487632769_1743897758_n

Sesampainya disana anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Saat registrasi, anda akan dijelaskan sedikit mengenai Tangkahan dan apa saja yang bisa dinikmati di Tangkahan. Tersedia juga jasa guide yang siap membantu anda menuntun dan menemani berekreasi, serta menjadi orang yang siap diminta tolong untuk memfoto setiap aktifitas anda.

13573570_115951628837467_1401665331_n

Nah, yang mau nyobain main ke Tangkahan, hubungi aja nih mantan guide saya. Namanya Bang Doy (081365774375). Servisnya ciamik. Baik pula, bisa bahasa Inggris pula. No tipu tipu dah. Kalo mau dijemput dari bandara telpon aja Bang Doy. Janjian kapan. Tar dijemput. Asik kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s